Total Pageviews

Thursday, April 14, 2011

Marga Ambon

Marga Ambon merujuk kepada nama keluarga atau marga yang dipakai di belakang nama depan masyarakat Ambon/Maluku. Nama-nama marga di sini belum mencakup seluruh nama-nama marga Maluku Utara maupun Maluku Tenggara.
Di Indonesia Timur nama marga biasa juga disebut fam, yang menunjukkan pengaruh dari bahasa Belanda. Kata fam berasal dari kata familienaam yang berarti "nama keluarga".
Marga Ambon diambil dari nama keluarga yang digunakan oleh ayah. Nama anak dari sebuah keluarga akan ditambahkan nama keluarga sang ayah di belakangnya. Dari nama-nama marga Ambon ini, dapat dilihat pengaruh Portugis ,Belanda, Jazirah Arab , Spanyol dan Bahasa-bahasa asli Maluku khususnya, yang menunjukkan besarnya pengaruh bangsa-bangsa itu di wilayah ini.

lebih lengkapnya, silakan kunjungi http://id.wikipedia.org/wiki/Marga_Ambon

Thursday, April 07, 2011

Kabupaten Kota Di Provinsi Maluku

Provinsi Maluku sampai saat ini memiliki 11 Kabupaten/Kota, terdiri dari 9 Kabupaten dan 2 Kota. Delapan Kabupaten/Kota diantaranya merupakan Kabupaten/Kota baru hasil pemekaran daerah.

Berikut ini daftar Nama Kabupaten/Kota tersebut, yaitu :
1. Kabupaten Buru (Namlea)
2. Kabupaten Buru Selatan (Namlore)
3. Kabupaten Kepulauan Aru (Oobo)
4. Kabupaten Maluku Barat Daya (Tiakur)
5. Kabupaten Maluku Tengah (Masohi)
6. Kabupaten Maluku Tenggara (Tual)
7. Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Saumlaki)
8. Kabupaten Seram Bagian Barat (Dataran Hunipopu)
9. Kabupaten Seram Bagian Timur (Dataran Hunimoa)
10. Kota Ambon (Ambon)
11. Kota Tual (Tual)

Sunday, April 03, 2011

Dialek Melayu Ambon

Dialek Melayu Ambon adalah dialek Bahasa Melayu yang dipertuturkan di Pulau Ambon, Indonesia

SEJARAH

Bahasa Melayu berasal dari Indonesia bagian barat (dulu disebut Nusantara bagian barat) dan telah berabad-abad menjadi bahasa antarsuku di seluruh kepulauan nusantara. Sebelum bangsa Portugis menginjakan kakinya di Ternate (Tahun 1512), bahasa Melayu telah ada di Maluku dan dipergunakan sebagai bahasa perdagangan.

Bahasa Melayu Ambon berbeda dari bahasa Melayu Ternate karena pada zaman dahulu suku-suku di Ambon dan yang tentunya mempengaruhi perkembangan bahasa Melayu Ambon sangat berbeda dari suku-suku yang ada di Ternate. Misalnya bahasa Melayu Ambon mendapat banyak pengaruh dari bahasa Melayu Makassar. Kemudian pada abad ke-16, Portugis menjajah Maluku sehingga cukup banyak kosa-kata bahasa Portugis masuk ke dalam bahasa Melayu Ambon. Terakhir bangsa Belanda masuk ke Maluku, sehingga ada cukup banyak, kata serapan dari bahasa Belanda yang diterima menjadi kosakata dalam bahasa Melayu Ambon. Pada zaman Belanda inilah, bahasa Melayu Ambon dipakai sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah, di gereja-gereja, dan juga dalam terjemahan beberapa kitab dari Alkitab.

Setelah bahasa Indonesia baku mulai diajarkan di sekolah-sekolah di Maluku, maka ia mulai mempengaruhi bahasa Melayu Ambon sehingga sejumlah kata diserap dari bahasa Indonesia baku ke dalam bahasa Melayu setempat, tentu saja disesuaikan dengan logat setempat. Pada awalnya misionaris Belanda menerjemahkan injil dalam Bahasa Melayu dan dibawa ke Ambon. Disini para penduduk yang bisa menghafal injil itu kemudian dibaptis, dan terus dibimbing dalam bahasa Melayu. Bahasa ini dibawa kemungkinan dari Malaka, karena pada masa itu sudah ada kegiatan dagang antara Malaka dan Maluku. Pada awalnya, bahasa Melayu ini hanya dalam bentuk pasaran yang kemudian menjadi bahasa tutur anak-anak generasi selanjutnya. Menjadi bahasa ibu bagi masyarakat Kristen Ambon dan sebagian kecil Muslim Ambon. Sedangkan kebanyakan masyarakat Muslim Ambon masih mempunyai bahasa daerah sendiri yang disebut bahasa tanah.

Struktur Bahasa Melayu Ambon ini juga agak berbeda dengan Melayu pada umumnya, namun lazim di Indonesia Timur. Struktur bahasanya sangat mirip dengan bahasa-bahasa di Eropa.. Seperti ini (kepemilikan):

Beta pung buku = Buku saya = My book

Susi pung kaka = Kakak susi = Susi’s brother/sister

Ahmad ada pi ka Tulehu = Ahmad sedang pergi ke Tulehu

Ada orang dapa bunuh di kusu-kusu = ada orang dibunuh di Alang-alang

Katong jaga tinggal disini sa = kami tetap tinggal disini saja

Kemudian lafal juga mengalami nasalisasi terutama pada akhiran ‘n’. Seperti berikut : makang (makan), badiang (diam), jang (jangan), ikang (ikan), lawang (lawan) dst

Untuk kata ganti orang adalah sebagai berikut : Beta (saya), ose (kamu) (dibeberapa daerah dikatakan ‘os’, atau ‘se’) – asal dari kata ‘voce’ Portugis, dia, katong (kependekan dari kita orang/ kita), dorang (kependekan dari dia orang / mereka), kamong atau kamorang (kamu orang/ kalian).

Ungkapan khas lainnya adalah: Ao e!, Mamae!, Sio Mama!, Tuang Ala!, Tuang Ana!, Ai!, Gaga Batul!, Maniso! dsb

Panggilan sosial :

* Babang/ abang (kakak laki-laki : dipakai kalangan Muslim)
* Caca (kakak perempuan: Muslim)
* Usy (kakak perempuan Kristen)
* Broer/ bung/ bu (kakak laki-laki dipakai kalangan Kristen)
* Nyong (netral)
* Bapa Raja (kepala desa)

Beberapa contoh Kata serapan Melayu Ambon dari Eropa antara lain:

* Bandera(bendera): Bandeira (Portugal)
* Fork (garpu) : Vork (Belanda)
* Ose/Os (kamu) : Voce/Os (Portugal)
* Om (paman) : Om (Belanda)
* Pai (ayah) : Pai (Portugal)
* Mai (ibu) : Mai (Portugal
* Fader (ayah) : Vader (Belanda)
* Muder (ibu) : Moeder (Belanda)
* Tanta (bibi) : Tante (Belanda)
* Mar (tetapi) : Maar (Belanda)
* Galojo (rakus) : Guloso (Portugal)
* Almanak (kalender) : Alamanaak (Belanda)
* Kadera (kursi) : Cadeira (Portugal)
* Kapitan (kapten/panglima perang) : Kapitein (Belanda)/ Capitao (Portugal)
* Marinyo (penyuluh) : Meirinho (Portugal)
* Patatas (kentang) : Batatas (Portugal)
* Danke (terimakasih) : Dank je (Belanda)
* Kasbi (singkong) : Cassave (Belanda)/Cassava (Portugal)
* Testa (dahi) : Testa (Portugal)
* Oto (mobil) : Auto (Belanda)
* Vor (untuk) : Voor (Belanda)
* Par (untuk) : Para (Portugal)
* Marsegu (kelelawar) : Morcego (Portugal)
* Klaar (selesai) : Klaar (Belanda)
* Onosel (bodoh) : Onnozel (Belanda)
* Flauw (lemah) : Flauw (Belanda)
* Fangen (tangkap) : Vangen (Belanda)
* Lopas (lari) : Loop (Belanda)
* Gargantang (tenggorokan) : Garganta (Portugal)
* Kintal (pekarangan) : Quintal (Portugal)
* Konyadu (ipar) : Cunhado (Portugal)

Friday, April 01, 2011

Kota Masohi, Maluku Tengah

Kota Masohi adalah ibukota Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Kota ini terletak di Pulau Seram.

Setelah sempat porak-poranda dan kehilangan banyak warganya karena kerusuhan sosial pada awal abad ke-21, kota ini mulai berbenah diri. Penduduk aslinya adalah suku Alifuru, namun banyak pendatang yang tinggal di kota ini.

Kota masohi merupakan kota yang dibangun pada tahun 1957 yang diresmikan lewat peletakan batu pertama oleh peresiden pertama RI Ir SOEKARNO. Kota ini pada awalnya dibangun di atas tanah sengketa antara pemerintah amahai dengan pemerintah daerah setelah daerah Seram Barat tidak dianggap layak. Kota yang didirikan pada tanah adat negeri amahai "dataran NAMA" merupakan awal dari sejarah nusa ina/pulau seram setelah melemahnya kekuatan Republik Maluku Selatan pimpinan Chr. Soumokil serta sebagai wujud membangun Maluku setelah kemerdekaan NKRI.

Tuesday, March 29, 2011

Lokasi wisata & Peninggalan sejarah

* Patung Pattimura, di Lapangan Merdeka
* Patung Martha Christina Tiahahu, di Karang Panjang
* Tugu Dolan, di Kudamati
* Tugu Trikora, di Urimesing
* Taman Makam Pahlawan PD II-Australia, di Tantui
* Monumen Australia, di Laha
* Monumen Jepang, di Tawiri
* Patung Franciscus Xaverius, di Batumeja
* Fort Victoria, di Belakang Kota
* Monumen Rumphius, di Batu Meja
* Museum Siwalima, di Taman Makmur
* Pantai Namalatu, di Latuhalat
* Pantai Natsepa Indah, di Natsepa
* Pantai Santai, di Latuhalat
* Tanjung, di Tanjung Nusaniwe
* Pintu Kota, di Airlow
* Pantai Desa Hukurila
* Tempayang. di Soya
dan masih banyak lagi yang lain.

Monday, March 28, 2011

PULAU SERAM

Seram, yang terbesar dan di antara pulau-pulau paling dikenal di Maluku, melayang di atas Ambon, Saparua dan banyak laut. Many of Ambon's tradition are said to have originated from Seram, including the division into two sets of customs, patasiwa and patalima, as well as pela alliances between two villages often located far apart. Banyak dari tradisi Ambon dikatakan berasal dari Seram, termasuk pembagian ke dalam dua set kepabeanan, patasiwa dan patalima, serta aliansi pela antara kedua desa sering terletak berjauhan. Seram is also replete with magic, for the Amboneses anyway, with many anecdotes of men who can fly, kill at a distance and change their shape at will. Seram juga penuh dengan sihir, untuk Amboneses tetap, dengan banyak anekdot orang-orang yang bisa terbang, membunuh jarak dan mengubah bentuk mereka di akan. While the western part of the island has lost its mystery, thanks to thriving lumber industry, the remote eastern mountains is where the magic is now concentrated. Sedangkan bagian barat pulau ini telah kehilangan misterinya, berkat industri kayu berkembang, timur pegunungan terpencil adalah tempat sihir sekarang terkonsentrasi.